Home Reportase PO Bus Arimbi Berlakukan Kenaikan Tarif 100 Persen Penumpang Diturunkan di Tengan Jalan

PO Bus Arimbi Berlakukan Kenaikan Tarif 100 Persen Penumpang Diturunkan di Tengan Jalan

2 Menit Durasi Baca
0
1
16

JAKARTA (VonisTipikor.Com) — Penumpang Bus PO  Arimbi jurusan Bekasi-Merak tiba-tiba ramai saling  bertanya-tanya sambil menggerutu ketika awak kondektur bus bernomor polisi B 7312 BGA menarik sewa di atas bus yang sedang melintas di jalan dari arah bekasi timur menuju  Jatibening, pada Senin 10 Juni 2019 sekira pukul 15.30 WIB. Pasalnya, tarif yang diminta oleh awak kondektur bus mengalami kenaikan 100 persen, sehingga membuat para penumpang kaget karena harus mengeluarkan ongkos 2 x lipat dari yang sudah disediakan di tangan masing-masing. Tak ayal salah seorang penumpang bertanya kepada sang kondektur, ” Bang, biasanya saya membayar ongkos 25 ribu rupiah, sekarang harus membayar 50 ribu rupiah?,” tanya penumpang. “Ya.” jawab kondektur. “Ko sampai semahal itu?,” kata penumpang. “Hanya sampai tanggal 17 saja ko,” kata kondektur. Tiba-tiba muncul suara dari beberapa bangku disebelah depan, “Jadi ongkos ke Merak kami harus membayar 2 x lipat, ya ?” tanya penumpang itu. “Iya,” jawab kondektur. “Aduh….bagaimana ini, kami hanya punya uang pas-pasan untuk ongkos angkutan umum buat nyambung ke kontrakan, kalau dibayarkan semua maka tidak cukup untuk ke tempat tujuan,” keluhnya. Sehingga sejenak muncul suara gaduh dalam bus itu, namun sang kondektur dengan tenangnya tetap melanjutkan penarikan sewa, hingga selesai.

Sebenarnya pemerintah telah memberikan batasan  untuk kenaikan harga tarif angkutan bus antar kota secara bertahap mulai dari 20 persen sampai ke 30 persen maksimal, pada puncak arus mudik lebaran tahun 2019.

Ketika Bus Arimbi jurusan Bekasi-Merak itu meninggalkan Jatibening, seluruh penumpang sudah dalam keadaan tenang dan bahkan sudah ada yang mengantuk. Tiba-tiba terdengan suara dari sang kondektur yang mengatakan, “Pindah….pindah…pindah bus, bus ini ban-nya rusak,” katanya. seketika para penumpang merasa kaget dan gaduh, “kenapa mesti pindah?,” kata penumpang. “Ban-nya rusak,” kata kondektur. “Kami tidak merasakan apa-apa kok, enak, ga goyang?,” kata penumpang. Sang kondektur menaikkan nada perintahnya, “segera pindah ke bus belakang, tidak bayar lagi ko,” katanya dengan nada tegas dan tinggi. Akhirnya semua penumpang Bus Arimbi turun dan pindah ke Bus PO. Armada Jaya Perkasa jurusan yang sama Bekasi-Merak.

Teh Cika salah seorang penumpang asal Purwakarta Jawa Barat yang tidak mendapatkan tempat duduk di bus pindahan itu, tak henti-hentinya menggerutu sepanjang jalan, “udah bayar mahal, diturunkan di jalan lagi, tanpa sebab-masabab. Bagaimana perusahaan bus memelihara awak bus kaya gitu?,” katanya. Dari arah tengah terdengar suara menyatakan, “tadi kata kondekturnya, kenaikan tarif 100 persen atas perintah perusahaan katanya,” ketus penumpang. “Tadi saya juga bertanya kenapa tidak ada selebaran yang ditempel di kaca bus, tentang peraturan pemerintah untuk kenaikan tarif bus jelang dan pasca liburan Idul Fitri 2019, dia tidak menjawab,” kata penumpang lain.

Untuk tarif angkutan, baik batas bawah maupun atas, dinas perhubungan bertrugas melakukan pengawasan yaitu dengan cara menempatkan petugas tidak berseragam di lapangan. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah terjadi pelanggaran adanya permainan tarif angkutan.

Apabila nanti saat petugas dilapangan menemukan adanya kenaikan tarif yang tak wajar, maka tidak segan – segan akan menjatuhkan sanksi terhadap  PO bus yang ada. Jika ada kenaikan harga yang tidak sesuai, maka ada sanksi khusus yang diberikan. Bisa jadi PO bus tersebut dicabut izin operasionalnya. (Kontibutor VT)***

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Reportase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kelengkapan PPDB Tingkat SMP di Tangerang Dapat Menggunakan Keterangan Domisili

BANTEN (VonisTipikor.Com) — Ada yang baru dalam syarat Penerimaan Peserta Didik Baru…