Home Reportase Dinkes Pemkab Tangerang Akan Mengunjungi Penderita Kanker Tulang

Dinkes Pemkab Tangerang Akan Mengunjungi Penderita Kanker Tulang

1 Menit Durasi Baca
0
1
24

BANTEN (Vonis Tipikor.Com) — Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Corah Usman,  berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak Pusat Kesahatan Masyarakat setempat, terkait dengan adanya warga miskin di desa Gintung, Kecamatan Sukadiri yang menderita kanker tulang.

Hal tersebut disampaikan dr. Corah menanggapi pertanyaan wartawan saat ditemui  vonistipikor.com di ruang kerjanya, Rabu (10/4).

“Kami akan berkordinasi dengan puskesmas setempat untuk meninjau secara langsung, mengenai  adanya penderita kangker tulang yang membutuhkan bantuan. Nanti saya akan berkoordinasi dengan Puskesmas terlebih dahulu untuk datang ke rumahnya,” kata dr. Corah kepada media.

Adalah, Marlina (18) warga Kampung Pulo, RT 25/04, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, sudah hampir setahun terkulai lemas di tempat tidur karena menderita kanker tulang. Ibunya yang hanya seorang tukang kuli cuci, tidak dapat berbuat banyak untuk mengobati anak wanitanya itu, karena  kesulitan mendapatkan biaya pengobatan.

Lasih, ibu kandung Marlina tidak mengetahui dengan pasti sejak kapan putrinya tersebut mulai terserang kanker tulang.

“Kalau terbaring lemasnya kurang lebih sudah lebih dari  8 bulan ini, tetapi mulai terserang kankernya saya juga tidak tahu. Awalnya anak saya sering jatuh secara tiba-tiba saat sedang berjalan, kakinya lemas.  Akhirnya saya bawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dirawat, namun tidak berapa lama, saya bawa pulang lagi, karena keterbatasan biaya,” ujar Lasih, saat ditemui dikediamannya, Rabu (10/4/2019).

Bahkan, untuk membiayai penyakit putrinya tersebut, Lasih mangaku terkadang harus menjual ayam miliknya karena mahalnya biaya perawatan. Karenanya ia sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah atau dermawan yang dapat membantu biaya pengobatan anaknya.

“Semoga ada pihak yang berbaik hati untuk membantu penyembuhan putri saya, karena untuk membeli obat perangsang kulit dan mengganti perban saja, setiap tiga hari sekali membutuhkan uang sedikitnya 600 ribu. Untuk mendapatkan uang segitu kadang saya harus pinjam uang ke tetangga. Seringnya sih jual ayam peliharaan ke pasar,” kata Lasih dengan suara lirih.

Sementara putrinya hanya terbaring lemas dengan mata berkaca-kaca menatap wartawan yang sedang berdialog dengan ibunya. Hal itulah yang mendorong naluri kemanusian jurnalis vonistipikor.com bertandang ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. (Benni VT).

 

 

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Reportase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Siaran Pers : Bagi-Bagi Jabatan Jokowi di MWA UI Digugat ke PTUN

JAKARTA (Vonis Tipikor.Com) — Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mendafta…