Home Headline Ketum DPN GN-PK Tidak Yakin Pelaku Penganiaya/Teror KPK Terungkap Walaupun Mudah

Ketum DPN GN-PK Tidak Yakin Pelaku Penganiaya/Teror KPK Terungkap Walaupun Mudah

1 Menit Durasi Baca
0
1
54

VONISTIPIKOR.COM, JAKARTA — Serangan terhadap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang menjalankan tugas, kembali terjadi. Juru bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan kepada media bahwa KPK telah melaporkan ke Sentra Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya tentang adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap dua orang pegawai KPK yang sedang bertugas, pada Minggu (3/2/2019).

Menanggapi peristiwa tersebut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) H. Adi Warman, SH.,MH.,MBA mengatakan kepada  vonistipikor.com bahwa GN-PK menyesali dan prihatin terhadap peristiwa itu.

Menurut Adi Warman, Teror terhadap KPK akan terulang kembali, seharusnya pimpinan KPK cepat tanggap bertemu dengan Presiden untuk  membentuk Biro khusus pengamanan KPK yang beranggotakan Gabungan pasukan ellite TNI-Polri, Biro ini nantinya  dibawah kendali Pimpinan KPK.

“GNPK tidak yakin pelaku penganiayaan atau teror ini terungkap, walaupun sebenarnya sangan mudah untuk mengungkap, karena Tempat Kejadian Perkara (TKP)nya  di lingkungan hotel yang memiliki cctv dan pengamanan yang cukup baik,” kata Adi Warman.

Alasan orang pertama di GN-PK itu ‘tidak yakin’, karena berdasarkan pengalaman pelaku teror KPK sampai saat ini belum tetungkap, “padahal jujur saya katakan kemampuan penyidik Polri sangat mumpuni untuk mengungkapnya,” kata Adi Warman.

Diketahui, sebelumnya Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan tentang kejadian dugaan penganiayaan  itu bermula ketika dua pegawai KPK sedang menjalankan tugas di  Hotel Borobudur, Jakarta, pada Sabtu malam (2/2/2019).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan kejadian itu bermula ketika dua pegawai KPK mendatangi Hotel Borobudur. Pada saat itu di lokasi sedang ada rapat antara Pemprov dan DPRD Papua membahas APBD 2019. Dua pegawai KPK itu datang berbekal laporan dari masyarakat mengenai indikasi korupsi.

“Pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi dari masyarakat tentang adanya indikasi korupsi,” kata Febri.

Terjadinya serangan kepada para pegawai KPK itu  ketika mereka mengajukan sejumlah pertanyaan. Bukannya mendapat penjelasan pertanyaan, namun mereka justru mendapat  pukulan.

Padahal menurut Febri, kedua pegawai itu sudah menunjukkan bahwa mereka berasal dari KPK dan sedang bertugas melakukan pengecekan di sana.

“Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK namun pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK,” ujar Febri kepada media. (HUS/Red)

 

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Headline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Ketum DPN GN-PK Dukung Ramzah Thabraman Caleg DPR RI Dapil Sulsel

VONISTIPIKOR.COM, MAKASSAR — Perhelatan Pemiliham Presiden (Pilpres) dan Pemilihan L…