Home Reportase PLN : Pelanggan Keberatan Denda Pemindahan Sementara KWH Meter RumahTangga Berlebihan

PLN : Pelanggan Keberatan Denda Pemindahan Sementara KWH Meter RumahTangga Berlebihan

5 Menit Durasi Baca
0
2
6,578

VONISTIPIKOR.COM, Kotabaru Kalsel – Keluh kesah masyarakat Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, udah sering kali terdengar, terhadap sanksi denda yang diberikan Petugas PLN Kotabaru. Salah satunya KASTUR  warga Desa Langkang Baru Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru, pelanggan Listrik Negara , dengan Id Pelanggan : RIM/900VA/Rumah Tangga. Belum lama ini Ia mengajukan keberatan atas penentuan denda yang dikenakan oleh petugas PLN Kotabaru terhadap dirinya, dengan total Denda Rp.6.767.709, dan membayar uang muka angsuran Rp. 500.000, dengan no Register : 2230043000976 tanggal jatuh tempo 22 Oktober 2017, dalam rinciannya biaya materai Rp.6000, biaya TS P2TL Rp.434.425, dan biaya PPJ Rp.59.575. angsuran selanjutnya membayar Rp.696.412 hingga 9 bulan berikutnya. Karena dianggap melakukan pelanggaran pada KWH miliknya.

Seperti yang diceritaka  Kastur  kepada vonistipikor.com, bahwa dirinya tak habis pikir ketika KWH meter miliknya dicabut petugas PLN Kotabaru belum lama ini. Menurut cerita Kastur, sekitar setahun lalu Ia melapor kepada Majid petugas Upt PLN Desa Bekambit Kecamatan Pulau Laut Timur untuk memindahkan  sementara KWH meter miliknya kerumah orang tuanya yang tidak berlistrik dengan jarak 2 meter dari rumahnya, karena akan melakukan Rehab ruma, dari Rumah Kayu menjadi bangunan berdinding tembok batu, sehingga melalui tangan petugas Upt PLN lah yang memindahkan KWH tersebut, dan ketika rehab rumahnya sudah selesai ditahun ini 2017, Kastur kembali meminta kepada petugas Upt PLN lagi untuk memindahkan KWH meter miliknya tadi kerumahnya lagi, namun setelah pemasangan selesai dilakukan petugas Upt PLN Desa Bekambit, tiba tiba rumahnya didatangi petugas P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) PLN Kotabaru, kemudian KWH milik nya di cabut dan dikenakan denda Rp. 6.767.709 (Enam Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Tujuh Ratus Sembilan Rupiah).

Hal tersebut sesuai dengan Berita Acara hasil pemeriksaan nomor : 25/BA-P2TL/AKTB/2017 pada hari jum’at tanggal 22 September 2017, petugas P2TL H. Ibramsyah dengan no induk 7190054 D jabatan SPV. Dalsut & PJU, bersama Didi Hidayat jabatan Pelaksana P2TL, didampingi petugas POLRI Alfarisi jabatan Ba Sat Sabhara, telah melaksanakan P2TL pemeriksaan pemilik pelanggan Kastur, dengan Id Pelanggan : RIM/900VA/Rumah Tangga. Pada berita acara tersebut menurut petugas P2TL di temukan Pelanggaran yang isinya : sesuai kesaksian pelanggan KWH meter pernah dibuka EX Pindah dan Rehab Rumah, KWH meter dipasang kembali oleh petugas PLN Unit Bekambit dengan minta cet, kemudian KWH meter diamankan sebagai barang bukti.

Yugi Ardianto selaku ASMAN TE (Asisten Manager Transaksi Energi) PLN Kotabaru ketika di Konfirmasi di Ruangan nya Selasa 26/09/2017 mengatakan “kalau yang saya dapat informasi ini kan kebetulan Petugas nya lagi Diklat, kalau yang kesininya memang betul ada pak Majid (Petugas Upt PLN.red) dan Pak Kastur ada datang kesini beliaunya merevisi merubah keterangan bahwa keterangan kemaren ada kesalahan, makanya ini kan Kami coba gali lagi dengan surat, yang pastikan kalau pengevaluasian di kami ada tim keberatan, kalau ada keberatan dari pelanggan akan Kami proseskan tapi harus ada pengajuan dari pelanggan, barang bukti akan di simpan sampai dengan keberatan selesai, sebenarnya dengan mendatangi kesini sudah keberatan akhirnya saya sekalian legalisasikan saja.” ucap Yugi

Tambahnya, Sebenarnya permasalahan nya bukan karena memindahkannya tapi adalah karena membuka meter penutup itu tanpa berkoordinasi menyampaikan ke PLN, Kami saat ini menunggu surat keberatannya dari pelanggan seperti apa nanti di lengkapi dengan kronologis kronologis yang ada, baru nanti Kami akan pertimbangkan, baru Kami ajukan ke PLN Banjarbaru. Ketika ditanya terkait kerusakan Yugi menjawab ada yang rusak, namun tidak mau menunjukkan visual kerusakannya.

Anehnya lagi Kastur dikenakan Pelanggaran PlI (P2) oleh Petugas P2TL, padahal Kastur sudah melaporkan ke petugas Upt PLN, dan yang memindah ataupun menggeser adalah petugas Upt PLN, semestinya jika ada kerusakan atau penggeseran merupakan pelanggaran, maka Petugas Upt PLN lah yang harus bertanggung jawab bukanlah Pelanggan, karena petugas mengetahui aturan Internalnya PLN, dan anehnya pula petugas Upt PLN juga memprotes PLN Kotabaru bahwa hanya melakukan penggeseran bukan pengrusakan. Hingga akhirnya Kastur di ganti KWH meter yang baru dengan Token Prepaid ID pelanggan – Meter : 223177000295 – 14289667181.

Menurut Kastur sanksi yang dikenakan terhadap dirinya oleh petugas  PLN berlebihan.

Dalam isi berita acara, yang termasuk pelanggaran P II yaitu apabila Pelanggan melakukan salah satu atau lebih hal-hal untuk mempengaruhi pengukuran energi, sebagai berikut :

  1. Segel Tera dan/atau segel milik PLN pada Alat Pengukur (meter listrik/kwh meter) dan/atau perlengkapannya salah satu atau semuanya hilang/tidak lengkap, rusak/putus, atau tidak sesuai dengan aslinya;
  2. Alat Pengukur (meter listrik/kwh meter) dan/atau perlengkapannya hilang atau tidak sesuai dengan aslinya;
  3. Alat Pengukur (meter listrik/kwh meter) dan/atau perlengkapannya tidak berfungsi sebagaimana mestinya walaupun semua Segel milik PLN dan Segel Tera dalam keadaan lengkap dan baik.
  4. Adapun cara-cara mempengaruhi Alat Pengukur (meter listrik/kwh meter) dan/atau perlengkapannya, antara lain:
  5. mempengaruhi kerja piringan Alat Pengukur (meter listrik/kwh meter), antara lain dengan : a.membengkokkan piringan meter, b.membengkokkan poros piringan meter, c.mengubah kedudukan poros piringan, d.merusakkan kedudukan poros piringan, e.melubangi tutup meter, f.merusakkan sekat tutup meter, g.merusakkan kaca tutup meter, h.mengganjal piringan agar berhenti atau lambat.
  6. mempengaruhi kerja elektro dinamik, antara lain dengan:
  7. a.mengubah setting kalibrasi Alat Pengukur (meter listrik/kwh meter), b.memutus/merusak/mempengaruhi kerja kumparan arus, c.memutus/merusak/mempengaruhi kerja kumparan tegangan, d.memutus penghantar neutral dan menghubungkan ke bumi.
  8. mempengaruhi kerja register/angka register, antara lain dengan: a.mengubah gigi transmisi, b.merusak gigi transmisi, c.mempengaruhi posisi WBP, d.memundurkan angka register.
  9. pengawatan meter berubah sehingga : a.pengawatan arus tidak se-phasa dengan tegangannya dan/atau polaritas arusnya ada yang terbalik, b.kabel arus terlepas, c.memutus rangkaian pengawatan arus atau tegangan.
  10. mengubah, mempengaruhi alat bantu ukur energi, dengan:
  11. mengganti Current Transformer (CT) dan/atau Potential Transformer (PT)  dengan ratio yang lebih besar, b.menghubung singkat terminal primer dan/atau sekunder CT, c.memutus rangkaian arus CT atau tegangan  PT, d.merusak CT dan/atau PT.
  12. 6.mengubah instalasi pentanahan netral CT dan kotak APP.
  13. 7.memutus penghantar netral pada sambungan instalasi milik PLN dan netral di sisi Instalasi milik Pelanggan serta menghubungkan penghantar netral ke bumi sehingga mempengaruhi pengukuran energi.
  14. 8.menukar penghantar phasa dengan penghantar netral pada Instalasi milik PLN sehingga mempengaruhi  pengukuran energi.
  15. 9.mengubah/memindah instalasi milik PLN tanpa ijin PLN sehingga menyebabkan APP atau alat perlengkapannya milik PLN rusak atau dapat mempengaruhi kinerja Alat Pengukur.
  16. 10.mengubah pengukuran Alat Pengukur (meter listrik/kwh meter) elektronik, antara lain dengan:
  17. a.mengubah setting data entry,
  18. b.mempengaruhi sistim komunikasi data dari meter elektronik ke pusat kontrol data PLN, c.mempengaruhi perangkat lunak yang dipakai untuk fungsi kerja Alat Pengukur, d.terjadi hal-hal lainnya dengan tujuan mempengaruhi pemakaian energi.

Pewarta : Kontributor Kotabaru Kalsel (HH/HER/MUD).

Editor     : HUS/Red.

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Reportase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Tidak Butuh Waktu Lama Polisi Ringkus Pembunuh Dufi

VONISTIPIKOR.COM, JAKARTA — Penyelidikan cepat yang dilakukan  Subdit III Resmob Dit…