Home Reportase Kades Di Kota Batu Galau, Dana Desa Puluhan Miliar Tak Kunjung Cair

Kades Di Kota Batu Galau, Dana Desa Puluhan Miliar Tak Kunjung Cair

1 Menit Durasi Baca
0
0
262
Taman Among Tani di depan Balaikota Malang (foto Maryadi/Vonis Tipikor)

VONISTIPIKOR.COM, Batu — Dana Desa (DD) berjumlah puluhan miliar rupiah untuk setiap desa di Kota Batu, sejak tahun 2015 – 2017 hingga kini tak kunjung cair. Beberapa Kepala Desa (Kades) di “Kota Apel” ini mendadak galau.

Anggaran DD yang bersumber dari anggaran Pemerintah Pusat tersebut, sejak tahun 2015 silam sampai tahun 2017 ini, tak kunjung dicairkan.

Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Batu, Suliana ketika dikonfirmasi VonisTipikor.com terkait DD tersebut, hanya menyebutkan bahwa tidak ada masalah dengan dana desa. “DD di tahun 2016 itu cair koq Mbak,” cetus Suliana.

Disinggung dengan cairnya DD di tahun 2016, banyak Kades tidak mengetahui. Suliana malah bungkam dan mematikan ponselnya.

Namun menurut sumber VonisTipikor.com dari sejumlah Kades di wilayah Pemkot Batu, yang mewanti wanti namanya tidak mau disebutkan, terkesan memang sengaja tidak dicairkan ke setiap desa. Tentu dengan berbagai dalih penyebab macetnya pencairan DD tersebut.

Sumber itu mengungkapkan, DD tahun 2015 anggaran sekira Rp6,4 miliar, tahun 2016 kisaran Rp14,6 miliar, tahun 2017 sekitar Rp18,8 miliar. “Sedang terhitung sejak tahun 2015 silam, pencairan anggaran untuk desa tersebut, tak jelas junterungannya,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya ini, Kamis (25/05/2017).

Sedangkan dari sumber lain yang layak dipercaya menyebutkan, dana desa tahun 2016 tidak dicairkan ke setiap desa. Alasannya, karena untuk DD tahun 2015 silam, pada saat ditransfer ke rekening APBD, dengan jangka waktu yang amat mendesak.

Pada saat transfer uang DD kala itu, pada 14 November 2016 silam, maka desa tidak berani merealisasikan untuk kegiatan. “Penyebabnya karena waktu yang sangat mepet, antara jeda waktu transfer uang DD dengan pembuatan SPJ,” jelasnya.

Yang perlu diketahui, kata dia, dengan jangka waktu mepet antara transfer uang dengan pembuatan SPJ, waktunya hanya dua pekan.

“Ada apa di balik diulur-ulurnya pencairan DD tersebut? Sedangkan masyarakat desa juga membutuhkan karena tidak cukup anggaran di desa kalau hanya mengandalkan Anggaran Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Pemkot Batu,” terang sumber ini dengan nada kesal (ris/mry)

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari Redaksi
Muat Berita Lainnya Di Reportase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Diduga Mendapat Tekanan Politis, Sekda Kota Batu Dikabarkan Mengundurkan Diri

VONISTIPIKOR.COM,  Batu — Beredar kabar salah satu Pejabat Pemkot Batu telah mengaju…