Home Investigasi Warga Protes Limbah PT. BSS Kotabaru Cemari Sungai, Ribuan Ikan Mati Mengambang

Warga Protes Limbah PT. BSS Kotabaru Cemari Sungai, Ribuan Ikan Mati Mengambang

2 Menit Durasi Baca
0
1
257

KALSEL (VonisTipikor.Com) — Masyarakat desa Bekambit, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, dikejutkan dengan tercemarnya aliran air dari anak sungai yang mengarah ke Sungai besar yang melintas di desa Bekambit, pada Selasa (16/7/2019).

Puluhan bahkan sampai ratusan warga berbondong-bondong keluar rumah menuju sungai menyaksikan fenomena air yang mengalir dengan deras tetapi  berwarna hitam pekat dan  berbau menyengat, serta banyak muncul bangkai ikan mengapung.

Warga mensinyalir terjadinya pencemaran air sungai tersebut berasal dari saluran pembuangan limbah pabrik pengolah kelapa sawit PT. Bersama Sejahtera Sakti (BSS) yang terletak di Gunung Aru Estate (GAE) Desa Bekambit Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru. Warga pun melakukan protes dengan memotret air kali, mengambil gambar aliran air yang berwarna keruh kecoklatan dan penuh dengan bangkai ikan dengan video telepon genggam dan mengekpos ke jaringan media sosial serta melaporkan kepada aparat desa dan tokoh masyarakat serta aktivis LSM pemerhati lingkungan.

Protes warga itu sebenarnya cukup beralasan karena peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya. Dan sumber cemaran limbah tersebut berasal dari pabrik pengolah kelapa sawit yang ada di wilayah itu. Bahkan  di tahun 2015 dan 2017 sudah ada surat keputusan dari Bupati Kotabaru tentang sanksi perbaikan lingkungan bagi perusahaan pencemar lingkungan.

Aktivis pemerhati lingkungan M. Hafidz Halim, SH bersama rekannya M. As’at, Safriansyah, dan Arsalim yang mendapat informasi pengaduan masyarakat bergegas hadir di lokasi menyaksikan langsung peristiwa pencemaran air sungai tersebut.

Kepada awak media pemantau peradilan vonistipikor.com Hafidz Halim mengatakan bahwa setiba di lokasi pihaknya langsung menghubungi  pihak manajemen Perusahaan PT. BSS, dan langsung turun ke sungai mencari sumber masalah dan menemukan pipa pembuangan air limbah pabrik dalam keadaan bocor.

Sementara itu Asisten Kepala Pabrik PT. BSS Salahudin yang datang ke lokasi mengaku sudah menghubungi pimpinan perusahaan melaporkan tentang peristiwa yang diduga ada kebocoran pipa saluran pembuangan limbah pabrik yang tumpah ke sungai.

Rabu pagi hingga siang (17/7) kelompok aktivis lingkungan kembali melakukan investigasi dan mendapatkan pipa pembuangan limbah pabrik dalam keadaan sudah di perbaiki oleh perusahaan. Aktivis pengamat lingkungan meminta kepada perusahaan agar dapat menjelaskan kepada masyarakat bahwa kebocoran pipa pembungan limbah yang sudah berkali-kali terjadi itu bukan atau tidak ada unsur kesengajaan karena kolam penampung limbah penuh. Hal itu ditegaskan Halim, karena sebagian masyarakat menduga adanya unsur kesengajaan pihak perusahaan melakukan pembuangan limbah pabrik ke sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotabaru Arif Fadilla yang dihubungi awak media mengatakan sudah turun ke lokasi bersama tim-nya melakukan pantauan langsung kondisi aliran sungai dan pipa perusahaan yang bocor.

Tim DLH Kotabaru melakukan pengambilan sample air di 5 (lima) titik didampingi Kapolsek Pulau Laut Timur Ipda Kuwat Santoso dan disaksikan pihak perusahaan beserta masyarakat yang melihat langsung kondisi anak sungai berwarna hitam dan berbau menyengat mengalir ke sungai bekambit.

Manajemen perusahaan PT. BSS Doni Alamsyah ketika dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, pada Kamis (18/07) membenarkan  adanya limbah yang mengalir ke sungai dikarenakan ada pipa yang bocor. “Akan tetapi pipa yang bocor itu suda kami perbaiki sebelum kami berproduksi kembali,” ujarnya.

(Her VT)*

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kapolres Kota Tangerang Kunjungi Toko Posel Korban Perampokan

BANTEN (VonisTipikor.Com) — Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengunju…