Home Investigasi Kawidaran Kabupaten Tangerang Surga Kencingan Solar

Kawidaran Kabupaten Tangerang Surga Kencingan Solar

2 Menit Durasi Baca
0
2
92

VONISTIPIKOR.COM, Kab.Tangerang– Istilah ‘Kencingan’ bukan hal baru dalam bisnis BBM, ada yang terang-terangan ada yang sembunyi-sembunyi. Terlepas dari apakah yang dilakukan legal atau illegal tapi hal itu memang kerap terjadi. Seperti halnya yang terjadi disatu perkampungan di sudut Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten yang tampak aman-aman saja dengan berhiasnya, ternyata menyimpan segudang misteri.

Misteri tersebut berupa tindakan  praktek ‘kencingan BMM’ yang diduga secara illegal karena dilakukan bukan pada tempatnya.

Tidak mencurigakan memang, karena pada prinsipnya, untuk mencapai tempat itu, hanya ada satu jalan. Sebuah gang panjang yang ujungnya buntu, dan terdapat bangunan gudang tertutup rapat, yang akan mengecohkan para pengguna jalan yang tidak biasa melintas dan tidak mengenal orang-orang yang bekerja di sebuah bangunan gudang tua itu.

Aktivitas yang mencurigakan pun jarang terjadi dilihat di lokasi ini. Mungkin hal itu disebabkan karena pendistribusian BBM dilakukan melalui jalur tertutup dan sulit untuk diketahui. Hasil Investigasi vonis tipikor.com beberapa waktu lalu menemukan mobil tangki bermuatan minyak solar dalam keadaan ngencing yang lokasinya berada di jalan raya Serang, lebih tepatnya di Kawidaran.

Nampak mobil tengki sedang melakukan pemindahan solar ke mobil kijang kapsul, di gudang tua yang sudah tidak terpakai, namun beberapa peralatan terdapat di tempat itu, mulai dari selang hingga mesin TS penghisap serta tong-tong berukuran besar yang sepertinya sangat mencurigakan.

Dari beberapa sumber terpercaya yang ditemui awak media, yakni warga sekitar, mengakui bahwa aktivitas bongkar muat BBM ditempat itu sudah sejak lama dilakukan. Selain itu, masyarakat sekitar juga mengetahui bahwa tempat itu adalah salah satu penampung solar yang diduga illegal.

Namun sejauh ini menurut warga, penampung yang satu ini tidak pernah menjual solar terhadap warga. Lalu kemana minyak solar milik penampung berinitial O itu disalurkan?. Mengapa pula tindakan O ini tidak pernah tersentuh oleh aparat penegak hukum, sementara minyak tersebut notabenenya adalah minyak bersubsidi?.

Pemerintah sendiri dalam hal ini dapat dinilai lalai dalam pengawasan. Padahal dalam UU RI No 22 Tahun 2001 Tentang Migas Bab VIII pasal 38 jelas-jelas menyebutkan, bahwa pembinaan dan pengawasan kegiatan usaha minyak dan gas dilakukan oleh pemerintah. Lalu apakah aktifitas pengencingan solar illegal dibenarkan oleh aparat terkait?

Selain itu, O juga patut diduga telah mengangkangi UU RI No 22 Tahun 2001 Tentang Migas pasal 55 yakni, setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah, dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp. 6.000.000.000 (enam milyar).

Pewarta : Deden VT

Edit        : Redaksi

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kapolres Kota Tangerang Kunjungi Toko Posel Korban Perampokan

BANTEN (VonisTipikor.Com) — Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengunju…