Home Investigasi Untuk Renovasi Kelas, Komite MAN 2 Kota Tangerang Pungut Biaya Dari Orang Tua Siswa

Untuk Renovasi Kelas, Komite MAN 2 Kota Tangerang Pungut Biaya Dari Orang Tua Siswa

2 Menit Durasi Baca
0
1
377

VONISTIPIKOR.COM, Tangerang Banten — Segala macam bentuk pungutan di sekolah Negeri sebenarnya sudah ada aturannya di negara tercinta Indonesia ini. Kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan sudah dibuka seluas-luasnya oleh pemerintah. Apakah masih dilegalkan memungut biaya dalam jumlah besar untuk merenovasi kelas siswa baru, dari para orang tua-wali murid yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri ?…

Peran komite sekolah kini lebih luas lewat Peraturan Mendikbud Nomor 75 Tahun 2016, komite sekolah kini boleh melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk fungsi memberi dukungan operasional serta pengawasan pendidikan, asal dilakukan secara transparan. Hal itu dikemukakan oleh salah satu orang tua siswa MAN 2 Kota Tangerang yang tidak ingin disebutkan identitasnya, kepada tim awak media ini.

Sumber tersebut menambahkan, tarif sumbangan di sekolah itu sebesar Rp 1.260,000.ribu dan bisa dibayar dengan cara mencicil. Sumbangan tersebut memberatkan orang tua siswa.

Fakta lain dari keterangan kepala sekolah MAN 2, H. Arip, mengatakan kalau masalah komite yang didengar diluar ranah dana BOS.

“Kalo dana BOS saya tahu, sementara dana sumbangan yang diminta komite saya hanya mengetahui saja, masalah dana yang terkumpul, saya tidak tahu,” kata H. Arip selaku kepsek, Kamis (19/7/2018).

Dari penelusuran vonistipikor.com di sekolah, H. Arip, menuturkan bahwa dirinya belum bisa memberikan jawaban banyak karena masih ada kesibukan.Tapi dana komite tersebut telah disampaikan pada rapat orang tua siswa secara rinci peruntukannya.

“Ini saya lagi ada kesibukan kalo terkait sumbangan kegiatan ekstrakulikuler, pembangunan mushola, dan mobil operasional untuk murid, komite sekolah dapat mempertanggungjawabkan,”ujarnya.

Lebih jauh Kepala sekolah MAN 2 , mengatakan bahwa penggunaan hasil penggalangan dana oleh pihak sekolah, selain harus persetujuan dari komite sekolah juga dipertanggungjawabkan secara transparan, dan dilaporkan kepada komite sekolah. Rumornya muncul kejanggalan.

Munculnya isu dana komite sekolah ini dari pertanggungjawaban komite disebarkan oleh orang tua siswa saat rapat komite (tepat y sebelum hari raya idul pitri) pada saat itu rapat dipimpin oleh kepala sekolah dan dihadiri ketua komite, H. Aslie.

Ketua komite H. Aslie, menerangkan bahwa penerapan sumbangan  untuk membantu sekolah bersumber dari orang tua siswa. Dari rencana yang ada maka dibutuhkan dana. ”Jadi untuk terpenuhinya target yang direncanakan itu, dianjurkan perlunya standar sumbangan sukarela, meski yang menyumbang sebanyak 300 orang dari total siswa-siswi sejumlah 700 orang, bahkan yang tidak mampu untuk membayar iuran pun kami gratiskan. ini khusus orang yang mampu saja. Katanya saat dikonfirmasi awak media ini pada, Senin (23/7/18).

Ketua komite sekolah mengungkapkan, “saya memakai dana dari sumbangan orang tua murid untuk merenopasi kelas dan menambah kelas satu lokal, selain itu saya belanjakan  untuk peralatan sekolah, seperti kursi dan meja. Mengenai dana yang terkumpul saya blm dapat laporan dari bendahara saya, biasanya sebulan sekali bendahara saya melaporkannya.”

Lanjutnya, “H.arip selaku kepala sekolah, mengenai dana yang terkumpul tidak mengetahui, karna dana sumbangan tersebut saya sendiri yang mengelola, dan saya mempunyai bendahara sendiri,” Tegas H. Aslie.

Pewarta : (Team VT).

Edit        : Redaksi

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kapolres Kota Tangerang Kunjungi Toko Posel Korban Perampokan

BANTEN (VonisTipikor.Com) — Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengunju…