Home Investigasi Pengecer dan Masyarakat Keluhkan Harga Gas LPG 3KG Melambung Di Kabupaten Lebak

Pengecer dan Masyarakat Keluhkan Harga Gas LPG 3KG Melambung Di Kabupaten Lebak

2 Menit Durasi Baca
0
1
210

VONISTIPIKOR.COM, Lebak, Banten — Masyarakat Rangkasbitung, Lebak, Banten, keluhkan melambungnya harga LPG 3 Kg dari pangkalan yang dijual di atas harga Harga EceranTetap (HET) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak.

Dari hasil pantauan vonistipikor.com, di salah satu pangkalan  yang berada di  kampung Cempaka Desa Cilangkap Kecamatan  Cibadak, Kabupaten Lebak, PT. SWJA, di sana tertera harga jual RP.16 ribu.

Tapi pada kenyataannya, pangkalan menjual per satu tabung melon   dengan harga kisaran 22  sampai 23 ribu rupiah. Sehingga masyarakat dan pengecer merasa kewalahan dengan besaran harga yang di  keluarkan dari pangkalan tersebut sebesar RP 22 Ribu rupiah. Hal itu berbeda  dengan beberapa pangkalan yang  didatangi awak media, mereka  masih menjual dengan harga yang normal.

Padahal Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan memberikan sangsi tegas berupa pencabutan IZIN Operasional kepada pemilik pangkalan yang terbukti menjual elpiji 3 Kilo Gram (KG) di atas Harga Eceran Tetap (HET).

Salah satu pengecer Gas LPG yang biasa memasok di sekitaran Alun Alun Rangkasbitung, BN warga sentral, mengatakan, “Saya pun merasa keberatan  pak, karena kami beli di pangkalan dengan harga  RP 22-23 Ribu Rupiah per tabung melon. dan saya jatohkan kepada pedagang kuliner, konsumen Saya, seharga  RP 25 ribu  per tabung melon. Karena Saya juga ongkos angkut dari pangkalan ke sini,  dan itu pun Saya  gak pernah diberi banyak,  paling 5 atau 10 tabung.  Kalau Saya diberi harga dari pangkalan RP16 atau 18 ribu, aja, per tabung melon, ya, Saya bisa jual ke pedagang  sekitar RP 20 ribu.  Saya juga tidak mau memberatkan kepada  pedagang kecil dan masyarakat. Andai saja pangkalan menjual dengan harga HET yang ditentukan, saya juga pusing mendengar aduan dari konsumen. ya mau gimana lagi, pak??,” Pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang kuliner disekitaran Alun Alun Rangkasbitung dan  Ketua Koperasi PUJA SERA, Cecep Ependi  mengeluhkan dengan harga gas elpiji yang melambung mencapai  RP 25,28 Ribu  per tabung melon, di tengah lesunya  pembeli.  “Belum lagi ditambah ini itu, kebutuhan kami pak, harapan kami  selaku masyarakat dan pedagang  kecil harga elpiji 3KG di lebak yang wajar wajar saja di agennya, sehingga pengecer bisa menjual yang wajar pula ke kami,” papar Cecep.

Lanjut Cecep, “Kami hanya pedagang kecil yang buka hanya sore hari aja,  di sekitar Alun Alun.  Kami atas nama pedagang kuliner dan masyarakat kecil Lebak, meminta kepada  pemerintah Kabupaten Lebak dan Pertamina,  agar menindak pangkalan yang menjual melewati  harga umumnya,  sehingga pengecer bisa menjual gas ke kami dengan harga standar pula,”  tungkasnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Saepudin, mengatakan kepada media ini, Senin (5/6), “kalo emang ada agen yang menjual di atas harga HET ga boleh. Tapi di sini kami bingung untuk memberikan tindakan pak, paling teguran aja. Sepenuhnya untuk tindakan, kewenangan Satgas dan Pertamina.” katanya.

Demikian juga dengan Sekdis Disperindag, Lebak, Orok Sukmana,  saat  dikonfirmasi, mengatakan, tidak boleh bagi pangkalan  menjual  melebihi harga yang sudah ditentukan. “Laporkan ke Agennya dan Pertamina, kalau ada pangkalan yang menjual di atas harga Het.  Pangkalan harusnya menjual dengan harga yang telah ditentukan. Dan setahu Saya  harga jualnya sudah diatur dalam Perbup,” tegas Orok.

Pewarta : (Gus VT)

Editor      : Redaksi

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kapolres Kota Tangerang Kunjungi Toko Posel Korban Perampokan

BANTEN (VonisTipikor.Com) — Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengunju…