Home Investigasi Anak SD Tawuran Bawa Sajam, Ini Kata Kadisdik Purwakarta

Anak SD Tawuran Bawa Sajam, Ini Kata Kadisdik Purwakarta

2 Menit Durasi Baca
0
1
247

VONISTIPIKOR.COM, PURWAKARTA, Fenomena kebebasan prilaku kekerasan dan pesatnya arus informasi digital membawa dampak pada semua usia manusia. Di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat beberapa hari lalu terjadi sejumlah siswa SD Negeri 1 Sindang Kasih Kecamatan dan Kabupaten Purwakarta dengan gagahnya, bagaikan geng-geng kejahatan di film-film tayangan televisi  dan internet yang biasa mereka tonton, hendak menyerang siswa SD Negeri lainnya.

Pemeicunya hanya soal sepele saja. Ada informasi yang diterima para pelaku penyerang bahwa sekolah mereka ada yang melempari pakai batu. Dan mereka berpendapat yang melakukan pelemparan itu adalah siswa SD Negeri 6 Sindang Kasih tetanggannya.

Tak pelak lagi, anak SDN 1 Sindang Kasih berang dan berinisiatif membalas perbuatan lawannya. Mereka  mengumpulkan teman-temannya bahkan setiap ketemu anak siwa SDN 1 Sindang Kasih diajaknya bersoladaritas seperti  layaknya orang dewasa hendak berunjuk rasa atau tawuran. Pokonya Ikut !

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, H. PURWANTO, M.Pd membenarkan soal adanya sejumlah siswa SD Negeri di wilayah kerjanya yang hendak menyerang siswa SD Negeri lainnya.

Diketahui kemudian, 15 anak siswa SDN itu merupakan siswa SDN 1 Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarrta Jawa Barat yang hendak menyerang ‘lawannya’ para pelajar tetangganya di SDN 6 Sindangkasih.

“Saya sudah lakukan investigasi langsung ke lapangan dan mendatangkan psikolog untuk mengetahui kenapa fenomena ini terjadi,” ungkap Purwanto kepadavonistipikor.com di ruang kerjanya, Jumat (27/4) sore.

Menurut Kadisdik Purwanto, ada beberapa hal ditemukan, diantaranya ketidak pedulian orang tua terhadap anak-anak mereka sepulang dari sekolah. “Orang tua kurang pengawasan terhadap anak-anaknya sepulang sekolah, mereka bergaul dengan siapa. Bisa jadi mereka terbawa kondisi lingkungan yang kurang baik,” ujar Purwanto.

“Saya Tanya kepada anak-anak itu ada diantaranya mereka tidak tahu hendak apa teman-temannya mengajak dirinya, Ada juga anak yang ikutan diwaktu dan tempat yang salah. Akhirnya mereka terjaring sebagai pelaku tawuran, Kendati tawuran itu tidak sempat terjadi karena bisa digagalkan oleh petugas Polsek,” lanjutnya.

Yang bikin miris adalah para pelajar setingkat sekolah dasar ini ketika hendak menyerang siswa SD lainnya membawa sejumlah senjata tajam (sajam). Namun keburu terdeteksi aparat penegak hukum Polsek Purwakarta dan petugas Koramil setempat, sehingga tawuran mereka dapat digagalkan.

Para siswa SD yang hendak menyerang itu diamankan di Mapolsek Purwakarta,  setelah digeledah mereka membawa sajam berupa parang, gir motor bekas, celurit, golok, gesper sabuk serta besi tumpul.

“Kejadiannya pada hari Jumat (20/4) lalu sekitar jam sepuluh pagi,” ujar Purwanto.

Kadisdik Purwanto mengakui telah memanggil orang tua dan Kepala Sekolah masing-masing. “Jadi begini, seorang guru diberi tugas untuk memperbaiki anak-anak yang didiknya dari kurang baik menjadi baik, sama halnya dengan orang tua,” tegas Purwanto.

“Demikianpun para orang tuanya harus bersinergi dengan pihak sekolah tidak bisa menyerahkan sepenuhnya ke sekolah. Harus ada simbiosis mutualisme. Kalau ada kasus semacam ini tidak bisa serta merta mengambil keputusan menghukum mereka. Harus dipikirkan juga masa depan anak-anak itu apalagi mereka baru duduk di sekolah dasar,” imbuh Purwanto.

Pewarta : (jab VT)
Editor    : HUS/Red

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kapolres Kota Tangerang Kunjungi Toko Posel Korban Perampokan

BANTEN (VonisTipikor.Com) — Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengunju…