Home Investigasi Mantan Pegawai Puskesmas Buka Praktek Pengobatan Tanpa Izin

Mantan Pegawai Puskesmas Buka Praktek Pengobatan Tanpa Izin

1 Menit Durasi Baca
0
2
188

VONISTIPIKOR.COM, Lebak, Banten – Salah satu pensiunan pegawi Puskesmas di Lebak  Banten, berinitial (M) diduga buka peraktek melayani pengobatan masyarakat  tampa   Izin resmi di kampung  Samprok  desa Sarageni, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Sebelumnya, M lama  bekerja di Puskesmas Cileles,   sesudah pensiun, M disinyalir masih melaksanakan praktek perawatan dan medis di kampung Samprok tersebut.

Salah satu penduduk  kampung  berinisial AD, menyampaikan kepada awak media vonistipikor.com saat dilakukan konfirmasi, mengakui    pernah berobat ke  Pak M, dia  dilayani dan periksa serta diberikan obat seperti medis biasa.  AD juga mengatakan bahwa tarifnya pun lumayan, sekali berobat dipinta 70 ribu rupiah. AD juga memastikan bahwa   masih ada juga warga dari kampung lain yang berobat ke pak M.

“Saya mah tidak tau kan dia mantri atau bukan, setau saya dia pernah kerja di Puskesmas dan biasa di sini melayani pasien yang berobat ke dia pak,” ujar AD.

Kepala UPT Puskesmas Sarageni, Hendi, saat ditemui awak media, Rabu, 18 April 2018, membenarkan  bahwa memang ada atas nama  M  buka peraktek pengobatan di wilayah itu.

“Menurut laporan  pasien nya pun banyak tiap harinya.  Saya pun dulu pernah satu puskesmas sama M,  dan dari sana pun M sama sudah buka praktek.  tapi kalau secara aturan kan  bapa M ini tidak mempunyai  dasar medis,  baik secara  pendidikan  atau pun  peraktek belum ada yang mengeluarkan surat ke absahannya, bahwa dia bisa buka  praktek di rumah melayani perobatan atau pun bersalin,” kata Hendi.

“Tentunya saya sebagai kepala puskesmas sudah memberikan teguran secara lisan atau pun tulisan kepada sodara M tapi tidak digubris,” tegas Hendi.

“Ya, kami kan kalau secara aturan kan pa sudah  memberikan imbauan dan teguran kepada sodara M ini,  saya berharap  agar masalah ini  bisa ditindak lanjuti  oleh pihak pihak yang berkompeten  atau berwenang  karna kami sudah memberikan  teguran  secara Lisan dan Tulisan,” tutupnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Lebak, H Kirman, menyampaikan kepada media melalui pesan SMS, bahwa telah lama mengetahui hal tersebut,   kadis mengatakan  bahwasanya  dari masih aktif jadi PNS  juga sudah di tegur tidak boleh praktek. Dinkes  sudah menegur  dan melarangnya.

Pewarta : Kontributor Lebak (Gus VT)

Editor      : Redaksi

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kapolres Kota Tangerang Kunjungi Toko Posel Korban Perampokan

BANTEN (VonisTipikor.Com) — Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengunju…