Home Headline TPF Belum Berhasil Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel

TPF Belum Berhasil Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel

1 Menit Durasi Baca
0
1
29

JAKARTA (VonisTipikor.Com) — Tim pencari fakta kasus Novel Baswedan menggelar konferensi pers terkait hasil kerjanya selama 6 bulan. Namun dalam rilis yang digelar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019), TPF belum  berhasil mengungkap satu orang pun yang menjadi pelaku.

Kasus penyerangan terhadap Novel ini sudah terjadi hampir dua tahun. Namun hingga saat ini, pelaku belum juga terungkap.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian membentuk tim pakar yang kemudian berubah menjadi tim pencari fakta pada 8 Januari 2019. Tim ini dibentuk berdasarkan surat Nomor: Sgas/3/I/Huk.6.6./2019 dan beranggotakan 65 orang. 52 di antaranya anggota Polri, 6 orang dari perwakilan KPK, dan 7 pakar dari luar kepolisian. telah merampungkan tugasnya dan telah menyerahkan laporan hasil kerjanya kepada Kapolri sejak 7 Juli 2019.

Dalam beberapa  poin yang disampaikan dalam laporannya, TPF lebih banyak memberikan rekomendasi kepada Kapolri untuk mendalami satu fakta tentang keberadaan orang tak dikenal yang datangi rumah Novel pada 5 April 2017, dan dua orang tak dikenal yang berada di dekat tempat wudlu Masjid Al Ihsan menjelang subuh pada 10 April 2017 dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik yang hal tersebut tidak dimiliki oleh TPF.

Dari keterangan yang disampaikan kepada awak media, anggota Tim TPF Nur Kholis memberikan rekomendasi pembentukan tim teknis. TPF juga meminta Kapolri mendalami  motif penyerangan terhadap Novel terkait dengan penanganan sekurang-kurangnya 6 kasus yang ditangani Novel.

“Ini perlu dilakukan lantaran TPF menduga serangan itu tak terkait dengan pribadi, melainkan dengan perkerjaan Novel di KPK,” kata Nur Kholis.

TPF meyakini kasus-kasus tersebut berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam karena adanya dugaan penggunaan wewenang secara berlebihan atau excessive use of power.

Anggota TPF, Nurcholis mengatakan, laporan yang diserahkan kepada Tito berjumlah 170 halaman ditambah lampiran sebanyak 1.500 halaman. Dalam kerjanya selama 6 bulan. Tim yang terdiri dari sejumlah pakar ini menggunakan metode pendekatan investigasi untuk membantu mengungkap kasus ini. (HUS)***

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Headline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kapolres Kota Tangerang Kunjungi Toko Posel Korban Perampokan

BANTEN (VonisTipikor.Com) — Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengunju…