Home Headline Menko Polhukam Bentuk Tim Hukum Nasional Untuk Mengkaji Pelanggaran Hukum Pasca-Pemilu 2019

Menko Polhukam Bentuk Tim Hukum Nasional Untuk Mengkaji Pelanggaran Hukum Pasca-Pemilu 2019

2 Menit Durasi Baca
0
2
124

JAKARTA (VonisTipikor.Com) — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam) Wiranto, setelah selesai menggelar rapat koordinasi untuk menyiapkan sejumlah langkah hukum terhadap beberapa aksi yang meresahkan masyarakat pasca-pemilu, langsung menggelar konferensi pers, didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Wakapolri Komjen Aridono Sukamto, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta sejumlah tokoh dan pakar hukum tatanegara, para Profesor dan Doktor dari berbagai universitas, pada Senin (6/5/2019).

Dalam keterangan persnya, Wiranto mengajak masyarakat untuk tidak terkena hasutan, semata-mata  ingin  suasana bulan Ramadhan yang sakral jangan dinodai dengan hal-hal negatif, mengingkari hukum atau undang-undang yang berlaku. Selain itu, Wiranto juga menyatakan, ada upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk mengadu domba antara Polri dan TNI. Bahkan, ia mengaku mendapat laporan bahwa ada pihak yang mengatakan 70 persen TNI bisa dipengaruhi bertindak inkonstitusional. Dengan tegas, Wiranto menyatakan hal tersebut omong kosong dan tidak benar.

Berikut Press Release Menko Polhukam Hasil Rapat Koordinasi Tanggal 6 Mei 2019

1. Mengawali bulan suci Ramadhan ini, kami mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa bagi yang beragama Islam. Semoga hikmah di bulan puasa ini memberikan suasana kenyamanan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Indonesia.

2. Bagi pihak-pihak yang masih terus melaksanakan upaya-upaya memecah belah persatuan, mendelegitimasi lembaga pemerintah, menyebarkan fitnah, dan ujaran kebencian, untuk menghentikan kegiatannya.

3. Aparat penegak hukum tidak akan ragu-ragu menindak tegas siapapun yang nyata-nyata melawan hukum yang bertujuan untuk mendelegitimasi penyelenggara Pemilu yang sementara ini telah melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh menuntaskan perhitungan suara bahkan telah menimbulkan korban ratusan petugasnya sebagai Pahlawan Demokrasi.

4. Seperti kita ketahui bahwa pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang tergolong terbesar dan tersulit di dunia, telah berjalan damai, lancar, dan sukses, serta mendapatkan ucapan selamat dan apresiasi dari banyak negara di dunia.

5. Masyarakat agar tidak terprovokasi dengan hasutan dan anjuran untuk melawan pemerintahan yang sah dengan cara-cara inkonstitusional dan melanggar hukum. Semua ini dilakukan untuk menjaga dan merawat suasana kedamaian dan kesakralan bulan suci Ramadhan yang penuh barokah ini serta tegaknya NKRI, Pancasila, UUD NRI 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menjawab  pertanyaan wartawan  tentang adanya tindakan nyata dari masyarakat yang melanggar hukum pasca- pemilu, dalam pernyataan resminya, Senin siang. Wiranto mengatakan, bahwa salah satu hasil rapat  adalah Menko Polhukam telah membentuk Tim Hukum Nasional yang akan mengkaji ucapan tindakan, pemikiran dari tokoh-tokoh tertentu yang nyata-nyata melanggar dan melawan hukum.

“Tim ini lengkap, dari para Pakar Hukum, Pakar Hukum Tata Negara, para Profesor, Doktor dari berbagai universitas, sudah Saya undang dan sudah diajak bicara.  Dan sama dengan yang kita dipikirkan, bahwa tidak bisa dibiarkan rong-rongan terhadap negara yang sedang  sah. Bahkan cercaan, makian terhadap presiden yang masih sah   sampai nanti bulan oktober tahun ini masih menjadi Presiden. Itu ada hukumnya, ada aturannya, ada sanksinya. Kita akan laksanakan itu. Siapapun orangnya, apakah mantan tokoh, mantan jendral, atau siapa saja yang melanggar hukum, maka akan ditindak dengan tegas,” kata Menko Polhukam. (HUS)***

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Headline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Wartawan Terkena Peluru Saat Meliput Aksi Kedaulatan Rakyat

JAKARTA (VonisTipikor.Com) — Seorang wartawan media online Kabartoday.co.id, Hasan t…