Home Headline H. ADI WARMAN, SH.,MH.,MBA, Minta : KPK TINGKATKAN PENGAWASAN DEMI PEMILU YANG BERSIH DARI KORUPSI

H. ADI WARMAN, SH.,MH.,MBA, Minta : KPK TINGKATKAN PENGAWASAN DEMI PEMILU YANG BERSIH DARI KORUPSI

1 Menit Durasi Baca
0
2
42

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali menunjukkan taringnya melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, dan Bowo Sidik Pangarso dari politisi Partai Golkar.

JAKARTA,- (Vonis Tipikor.Com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), terhadap delapan orang diantaranya seorang politisi partai Golongan Karya (Golkar) yaitu Bowo Sidik Pangarso atau dikenal dengan inisial BSP terkait dugaan suap dalam pelaksanaan kerja sama pengangkutan pupuk  antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) di Jakarta.

Tertangkapnya politisi Partai Golongan Karya (Golkar),  Bowo Sidik Pangarso melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT), oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, telah diprediksi dari awal.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (DPN. GN-PK), H. Adi Warman, SH, MH, MBA, saat ditemui wartawan VonisTipikor.Com diruang kerjanya Kantor DPN GN-PK, di bilangan Slipi, Jakarta Barat, pada Jum’at 29 Maret 2019.

Menurut Adi Warman, tertangkap tangannya  dua politisi dari Partai Golkar dan PPP oleh penyidik KPK, tidak menafikkan terkait dengan kepentingan politik. Karena saat ini kita sedang berada dalam tahun politik menuju pemilihan umum (Pemilu) pada tanggal, 17 April 2019.

“Melihat perkembangan politik semakin meningkat dan perebutan kursi diparlemen semakin ketat, maka kedepan masih ada kemungkinan  para politisi yang terjerat korupsi,” kata Adi Warman.

Adi Warman yang juga pemerhati korupsi itu dengan lantang mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk terus meningkatkan kualitas perberantasan korupsi dan pengawasan secara ketat khususnya pada hari “H” pencoblosan suara. Karena hari itu tidak kita pungkiri akan terjadi jual beli suara (Money Politics).

Dikatakan lagi oleh  Adi Warman, tertangkapnya kader Golkar Bowo Sidik Pangarso dan Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy, oleh KPK, terkait nasib kedua politisi itu sedang sial alias apes saja. Karena, adanya dugaan masih banyak pelaku korupsi yang sedang berkeliaran dimana-nama dan kebetulan saja sementara ini sedang bernasib baik alias belum ditangkap oleh penyidik antirasua itu.  (HUS).-***

 

 

 

 

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Headline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Siaran Pers : Bagi-Bagi Jabatan Jokowi di MWA UI Digugat ke PTUN

JAKARTA (Vonis Tipikor.Com) — Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mendafta…