Home Headline H. ADI WARMAN, SH, MH, MBA, Prihatin: KASUS KORUPSI KEMBALI MELANDA KEMENTERIAN AGAMA

H. ADI WARMAN, SH, MH, MBA, Prihatin: KASUS KORUPSI KEMBALI MELANDA KEMENTERIAN AGAMA

2 Menit Durasi Baca
0
2
5

Publik kembali digemparkan dengan tertangkap tangannya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy, melalui Oparasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menuai tanggapan beragam baik kalangan politisi, pakar hukum maupun masyarakat luas.

JAKARTA (Vonis Tipikor.Com) – Dalam waktu yang sangat singkat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketua Umum partai berlambang Ka’bah itu sebagai tersangka dalam dugaan perkara tindak pidana korupsi terkait menerima suap dari Haris Hasanuddin selaku Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur dan Muhammad Muafaq Wirahadi selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, pada Sabtu (16/3).

Perkara  tindak pidana korupsi yang melibatkan ketua umum partai bukan hal baru dinegara ini dan sering terjadi sebuat saja diantaranya mantan Presiden Partai Keadilan Sejahteran (PKS), Luthfi Hasan Ishaq, dan  Surya Dharma Ali, mantan Ketua Umum PPP dan juga mantan menteri Agama Republik Indonesia.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) H. Adi Warman, SH.,MH.,MBA, saat ditemui wartawan Vonis Tipikor.Com, di diruang kerjanya, Kantor Pusat DPN GN-PK dibilangan Slipi Jakarta Barat, Jumat, 22 Maret 2019.

Dikatakannya, perkara korupsi yang melibatkan ketua umum PPP Romahurmuziy yang berkaitan dengan dugaan suap atau jual beli jabatan yang terjadi dilingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia itu bukanlah hal baru dan sering terjadi. “Anehnya,  lembaga negara yang nama dan kedudukannya sangat dihormati justru ternoda akibat ulah segelintir oknum yang memanfaatkan nama besar lembaga negara itu untuk melakukan perbuatan tercelah melalui perkara tindak pidana korupsi.,” katanya.

Menurut Adi Warman, yang juga Wakil Kertua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), prilaku korup oleh oknum dilingkungan kementerian Agama bukanlah hal baru dan terus terulang. Dan yang sangat memprihatinkan, bahkan saya agak ekstrim bicara walalu melalui guyonan dengan teman-teman, di kementerian agama,  “kok nggak ada kapoknya ya?.”

“Terus terang saja, saya sangat sedih dan prihatian terhadap kasus korupsi yang dialakukan oleh ketua umum PPP, yang menyeret  lembaga Negara yang kita kenal untuk ngurusin tentang keagamaan yang berorientasi pada terwujudnya ahlak manusia yang mulia,” katanya.

“Kalau dilakukan penelitian lebih lanjut hampir di semua kader partai yang menududuki jabatan strategis pada setiap lembaga negara termasuk pada jabatan sebagai  menteri. Karena, disinyalir sebagai sapi perah bagi partai dalam tanda petik, karena disetiap partai dalam melaksanakan kegiatan organisasi membutuhkan anggaran biaya yang cukup besar,” kata Adi Warman.

Contoh yang sangat sederhana kata Adi Warman, seorang  ketua umum diberi tanggung jawab oleh organisasi untuk menggerakkan dan membesarkan partai tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar hingga ratusan miliar pertahunnya. Sementara itu anggaran dari pemerintah belum memadai, dengan demikian berarti pimpinan partai harus mencari terobosan lain sebagai sumber-sumber pendanaan partai.

Dengan demikian, katanya maka sasarannya diarahkan pada  kader partai yang ada di fraksi DPR, kepala daerah, bahkan yang ada dikabinet, termasuk menteri. “Dengan demikian  maka  keterlibatan bang Rommy nama panggilan dari  Muhammad Romahurmuziy, ada kemungkinan sedang apes saja,” katanya.

Dalam menyelesaikan masalah ini jawabannya sederhana, kata Adi Warman,   yaitu dengan cara merubah sistem dan tata kelolah kelembagaan yang ada di Republik ini, sehingga dapat dibedakan antara kekuasaan atau jabatan politik dengan kekuasaan melalui birokrasi atau jabatan karier yang ada di pemerintahan.  (HUS).-***

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Headline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Siaran Pers : Bagi-Bagi Jabatan Jokowi di MWA UI Digugat ke PTUN

JAKARTA (Vonis Tipikor.Com) — Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mendafta…