Home Headline DPN GN-PK Apresiasi KPK Terapkan Pemborgolan Tahanan

DPN GN-PK Apresiasi KPK Terapkan Pemborgolan Tahanan

1 Menit Durasi Baca
0
1
45

VONISTIPIKOR.COM, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) H. Adi Warman, SH.,MH.,MBA mengapresiasi KPK yang akan mulai menerapkan ketentuan  Peraturan KPK Nomor 01 Tahun 2012 tentang Perawatan Tahanan pada Rumah Tahanan KPK, khususnya Pasal 12 ayat (2) yang mengatur bahwa dalam hal tahanan dibawa ke luar Rutan, dilakukan Pemborgolan.

Menurut Adi Warman, Jika pemborgolan itu dimaksudkan untuk membuat efek jera dan agar tumbuh rasa malunya, nanti bisa menimbulkan reaksi keberatan berupa  serangan balik kepada KPK karena biar bagaimanapun para koruptor itu sudah, sedang dan akan terus membangun solidaritas paranoid untuk melakukan serangan balik kepada KPK, itu hukum alam, dimana lembaga-lembaga sejenis di luar negeri pun tidak luput diperlakukan seperti ini oleh para koruptor.

“Untuk memberi efek Jera itu adalah hukuman yang maksimal, tuntutan yang maksimal yang dilakukan oleh KPK, atau kebalikannya tuntut bebas kalau memang tidak memiliki bukti permulaan yang cukup,” tegas Adi Warman, kepada vonistipikor.com Rabu (2/1/19).

Menurutnya, kalau  memiliki permulaan bukti yang cukup dan persidangan meyakinkan itu terbukti, tuntut maksimal. Arti maksimal di sini ya maksimal yang diatur dalam undang-undang. Undang-undang biasanya memberikan ancaman hukuman minimal dan maksimal. Jadi ambil yang maksimal agar Hakim pun memutuskan pidananya yang maksimal.

Adi mengingatkan, kalau cuma diborgol, sepanjang ancamannya atau hukumannya ringan, terus tidak juga dimiskinkan, ya mereka santai-santai aja. Apa sih diborgol…? kan mereka memang moralnya sudah nggak ada.

Lantas apa  yang harus dilakukan atau yang  diterapkan oleh Hakim?, Hakim harus berani memutuskan hukuman tambahan sebagaimana diatur dalam pasal 10 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, antara lain juga di situ ada misalkan pencabutan hak-hak politik atau kalau perlu ya dipermalukan dalam arti dia membersihkan jalan, walaupun hukuman, tapi dibentuk teknik supaya dia sapu jalanan berpakaian rompi atau baju  bertuliskan ‘Saya Koruptor Maafkan Saya  Ya…!’

“Saya akan bersyukur sekali kalau itu bisa dilakukan.  sebaiknya jangan  rompi, yang paling bagus dia pakai baju yang bergaris-garis hitam putih di tengah ada tulisan ‘Tahanan’ Ya, itu akan memberikan kesan bahwa itu benar-benar melengkapi budaya Indonesia. Saya menyampaikan apresiasi kepada KPK walaupun sudah lama GN-PK mengusulkan hal itu, baru sekarang diterapkan,” tutup Adi Warman.

Pewarta : HUS

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Headline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Tidak Dibayar Tunjangan Selama Tujuh Bulan IDI Cabang Kotabaru Mengadu ke – DPRD

KALSEL (Vonis Tipikor.Com) — Ikatan Dokter Indonesia cabang Kabupaten Kotabaru menun…