Home Daerah Drama Rorilako Meriahkan Festival Inerie Kabupaten Ngada NTT

Drama Rorilako Meriahkan Festival Inerie Kabupaten Ngada NTT

1 Menit Durasi Baca
0
1
25

Ngada NTT (VonisTipikor.Com) — Rorilako adalah sebuah tradisi berburu masyarakat Soa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tradisi tersebut  setiap tahun terus digelar masyarakat sebagai tradisi yang turun-temurun. Masyarakat Soa meyakini bahwa adanya binatang pengganggu yang merusak sawah dan ladang mereka seperti babi hutan dan rusa, maka dari itu digelarlah tradisi berburu untuk mengusir binatang-binatang pengganggu tersebut.

Pada festival Inerie yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, yang didukung oleh Kementrian Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Dirjen Kebudayaan melalui platform Indonesiana, tradisi Rorilako sebagai salah satu acara drama budaya yang turut meriahkan acara festival tersebut. Drama Rorilako dilakonkan oleh para siswa dan siswi SMAK Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, memukau penonton di lapangan Kartini Bajawa, Kabupaten Ngada pada Senin, 8/7/2019.

Santi Kae, siswi Kelas XII IPA SMA Swasta Katolik Regina Pacis Bajawa terlihat semangat dan senang. Raut wajahnya tampak bahagia usai mementaskan drama tradisi berburu “Rorilako” adat Soa di Kabupaten Ngada tersebut.

Dia bersama teman-temannya tampak kompak dan serius dalam memerankan  adegan demi adegan yang  menceritakan tentang tradisi berburu di Ngada.

Santi dipercayakan membacakan narasi drama.Usai mementaskan drama, Santi tampak sumringah. Karena tugasnya sudah selesai. Ia mengaku sangat bangga akhirnya drama yang mereka bawakan selesai dipentaskan serta mendapat respon dari penonton. Dirinya mengaku persiapan selama 12 hari dan itu sangat mepet. Meskipun mepet, tidak membuat mereka takut untuk tampil.

“Memang ada perasaan senang dan sedikit gugup serta takut.” kata Santi kepada vonistipikor.com Ia mengaku sangat bersyukur bisa tampil dalam drama itu. Dirinya juga bangga karena bisa mengetahui tentang tradisi berburu.

Sementara guru Pendamping, Maria Anjelina Oktaviani  Neto dan Yohana Karolina Wolly memberikan apresiasi kepada para siswa yang sudah menampilkan drama tersebut dengan baik. Keduanya mengajak agar generasi muda jangan pernah melupakan sejarah. Even ini sekaligus mengajak kaum muda Ngada untuk merawat, menjaga dan melestarikan tradisi yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

Selain drama Rorilako masih banyak kegiatan di Festival Inerie tersebut, diantaranya ritual Ka Sa,o,  musik bambu, Festival Tenun ikat,  dan pameran tenun ikat di Bajawa.

Oleh: Lusia Yasinta Meme (Kontributor VonisTipikor.Com NTT)

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

6 Pejabat Pemkot Tangerang Akan Diperiksa Polisi Soal Lahan

BANTEN (VonisTipikor.Com) —  Walaupun perdamaian Antara Kementerian Hukum dan HAM de…