Home Daerah PGRI Sumba Timur Gelar Rapat Kerja

PGRI Sumba Timur Gelar Rapat Kerja

4 Menit Durasi Baca
0
1
3

NTT(Vonis Tipikor.Com) — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  menggelar kegiatan rapat kerja di Aula SMP Kristen Payeti, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, pada Sabtu (23/3/2019)

Rapat Kerja dihadiri oleh  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Yusuf Waluwanja, SH., M.Si. dan Wakil Bupati Sumbat Timur, Umbu Lili Pekuali, ST.,MT., yang sekaligus membuka acara rapat kerja tersebut.

Di depan peserta Konkerkab yang terdiri dari pengurus PGRI Kabupaten Sumba Timur, Pengurus PGRI kecamatan se-Sumba Timur, ketua DKGI PGRI Sumba Timur, Yance Manu Dima, S.Pd, Ketua LKBH PGRI Sumba Timur, Cornelis Kadja, S.Pd, Pengurus MKKS SMP, Pengurus FKKS SD, para Pimpinan Unit PGRI mulai dari SD, SMP dan SMA, Yusuf Waluwanja (Kadis Pend.) dalam sambutannya menyatakan bahwa PGRI adalah organisasi perjuangan. Kalau organisasi ini sebagai organisasi perjuangan awalnya, tentunya tidak hanya berbicara untuk kepentingan guru itu secara person atau pribadi-pribadi. Oleh karena itu, organisasi ini dibentuk untuk memperjuangkan segala kepentingan umum, tidak hanya bergerak untuk memperjuangkan kepentingan guru itu saja tetapi organisasi ini adalah organisasi yang juga memperjuangkan kepentingan pembangunan dan tentunya sebagai organisasi profesi membantu menyukseskan agenda-agenda kepemerintahan, membantu pemerintah dalam berbagai upaya mencapai tujuan pembangunan secara khusus di kabupaten Sumba Timur.

Lebih lanjut Yusuf, dalam arahannya mengatakan bahwa berbicara tentang guru, secara khusus tentang guru di Sumba Timur, banyak hal yang perlu kita ketahui bersama, perlu kita perjuangkan secara bersama, apa yang menjadi hak dan kewajiban guru. Kendati tentunya lewat organisasi ini.

“Yang saya lihat selama ini PGRI belum sepenuhnya menjalankan agenda sesuai AD/ART. Tidak bermaksud untuk mengkritik, bahwa apa yang kita lihat selama ini, PGRI itu ada ketika ada masalah-masalah. Jadi insidentil. Nanti kalau ada guru yang bermasalah, ada guru yang lambat gaji dan seterusnya, ada PGRI.” katanya.

Sebenarnya PGRI harus punya agenda kerja yang rutin, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam rapat kerja ini, benar-benar guru dapat melihat kelemahan-kelemahan organisasi ini untuk kita lebih semangat lagi. Kita rancang program kerja yang menuntun kita untuk berbuat sesuatu. Jangan tunggu ada masalah baru PGRI bergerak.

Menanggapi soal keberadaan PGRI sebagai sebuah organisasi profesi, Yusuf mengungkapkan bahwa PGRI punya kekuatan yang luar biasa. Namun mengurus PGRI atau mengurus guru tidaklah mudah, susah-susah gampang karena kita bukan mengurus orang setengah pintar tetapi kita urus orang pintar. Karena guru pintar makanya kita jadi pintar juga. Pak Wakil Bupati jadi Bupati karena guru, saya jadi Kadis karena guru. Ketika kita punya rancangan kerja yang betul-betul untuk kepentingan bersama, ada hasilnya, tentunya teman-teman semua akan menjalankannya dengan baik. Kuncinya ada pada kepengurusan yang harus pro aktif dan transparan. Pengurus harus menanamkan kepercayaan kepada anggotanya.

Tantangan guru saat ini adalah kompetensi dan kinerja. Rata-rata kompetensi kita ada di bawah standar, baik provinsi maupun kabupaten. Ke depan, tunjangan sertifikasi akan berdasarkan kinerja bukan lagi pemenuhan jam mengajar. Oleh karena itu, kita harus benar-benar meningkatkan kompetensi kita. Kinerja berbasis hasil. Bapak/ibu dihargai negara sebagai tenaga profesional. Dimanakah tanggung jawab bapak/ibu? Ini tantangan. Kehadiran organisasi harus memprogramkan peningkatan komptensi teman-temannya. Tidak hanya kalau haknya tidak dipenuhi, mulai protes. PGRI tidak hanya menuntut hak tetapi bagaimana mempengaruhi teman-teman untuk memenuhi kewajiban dengan baik supaya jangan dipandang jika organisasi ini tukang protes. Harus bejalan seimbang antara hak dan kewajiban. Tolong PGRI dari kecamatan sampai kabupaten untuk memberi teguran jika teman-temannya tidak menjalankan kewajiban. Jangan diam. ungkapnya

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuali, ST., MT., dalam sambutannya mengatakan bahwa wadah PGRI adalah wadah profesi yang telah terbentuk lama. PGRI hadir dalam rangka menunjang profesionalitas sebagai guru. Wadah ini diharapkan bisa memberi sumbangsih terbaiknya bagi proses pendidikan termasuk di wilayah Sumba Timur. Meskipun berdasarkan evaluasi yang disampaikan pak wakil ketua PGRI Kab. Sumba Timur dan pak Kadis, PGRI belum berperan dengan baik, tetapi dalam kondisi itu, kita yakin bersama bahwa PGRI kabupaten Sumba Timur telah menjalankan peran dengan baik dalam mendampingi guru terutama jika tersandung dengan beberapa kasus. Seperti pengalaman saya saat mejadi ketua Komite di SMP N 1 Waingapu, ketika guru dan siswa bermasalah, PGRI Sumba Timur berhasil menyelesaikan kasus dengan baik. bisa kita dibayangkan jika seorang guru menjalani persoalannya sendiri. Mengharapkan pendampingan secara Dinas tentu sulit karena peran Dinas tidak bisa masuk ke pengurusan hukum.

Dalam Konkerkab ini, diharapkan para guru dapat mengevaluasi peran yang sudah dilakukan organisasi PGRI Sumba Timur. Mau kemana PGRI kabupaten Sumba Timur dibawa. Diharapkan Konkerkab ini dapat menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan jalannya organisasi. Dalam wadah PGRI sebagai wadah tanggung jawab pelayanan seorang guru, PEMDA mengharapkan peran yang dapat dimainkan guru untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai amanah dalam program utama,  catur program pembangunan yang menjadi VISI Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur terpilih periode 2016-2021. Ada dua elemen besar dalam sektor pendidikan yakni sarana prasarana dan sumber daya manusia yang di dalamnya termasuk organisasi PGRI.  Organisasi diharapkan dapat memainkan peran untuk membantu pemerintah. Dari hasil studi yang dilakukan lembaga luar termasuk yang dilakukan kementrian, yang harus dilakukan lebih awal di Sumba Timur adalah menyiapkan anak-anak kita di tingkat dasar,  jelasnya.

(Kontributor, Melky Rohi dan Cornelis Kadja)

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kelengkapan PPDB Tingkat SMP di Tangerang Dapat Menggunakan Keterangan Domisili

BANTEN (VonisTipikor.Com) — Ada yang baru dalam syarat Penerimaan Peserta Didik Baru…