Home Daerah Musyawarah Sarikat Buruh PT BSS Hasilkan Kesepakatan Saling Menguntungkan

Musyawarah Sarikat Buruh PT BSS Hasilkan Kesepakatan Saling Menguntungkan

2 Menit Durasi Baca
0
2
132

VONISTIPIKOR.COM, Kotabaru-Kalsel — Jajaran pengurus Komisariat Federasi Perkebunan Afiliasi Konfedarasi Sarikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menghadiri undangan PT. Bersama Sejahtera Sakti (BSS) Gunung Aru Estate Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru, guna mengadakan musyawarah pembahasan ketengakerjaan pada Kamis 10 Januari 2019.

Dari pantauan awak media Vonistipikor.Com rombongan undangan pengurus KSBSI disambut Prada Manalu Asisten Manager Human Resource Management Kalimantan Sulawesi Sumatera, (HRM. KSS). Acara musawarah dilaksanakan di Aula Minamas Sejahtera, dan dihadiri oleh sejumlah Pimpinan PT. Bersama Sejahtera Sakti (BSS), dan perwakilan Polsek Pulau Laut Timur.

Dalam topik pembahasan terkait dengan ketenagakerjaan yang diajukan oleh pihak pengurus KSBSI diantaranya, 1, Buruh harian lepas atau PKWT minta diangkat menjadi PKWTT (SKU) 2. lstirahat sakit dan cuti disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. 3. Pekerja borongan supaya dibayar berdasarkan UMK yang berlaku. 4. Pemanen agar dibayarkan upah lembur. 5. Karyawan pemupukan dan perawatan yang habis kontrak atau borongan habis pekerjaan dan sedang masa tunggu pekerjaan, meminta agar dibayar upahnya. 6. Meminta agar APD (K3) di lengkapi. 7. Skala Upah mohon disesuaikan dengan masa kerja. 8. Kartu BPJS ketenagakerjaan dan Kesehatan masih ada yang belum menerima kartu anggota. dan 9. Kualitas Beras agar lebih diperhatikan.

Sedangkan pendapat dari pihak Perusahaan PT. Bersama Sejahtera Sakti (BSS) diantaranya adalah; 1. Masalah PKWT diangkat SKU adalah hak prerogatif perusahaan dan akan dievaluasi berdasarkan performance karyawan serta berdasarkan kebutuhan dan kebijakan Management. 2. Istirahat sakit dan cuti telah diberikan sesuai ketentuan UU 13 thn 2003 dan PP perusahaan 3. Pekerjaan borongan dibayar sesuai kesepakatan kerja kedua belah pihak. 4. Untuk pemanen ditetapkan dengan system premi. 5. Pekerjaan borongan pemupukan dan perawatan adalah perkerjaan musiman dan dibayar sesuai kesepakan kerja kedua belah pihak. 6. Perusahaan sangat berkomitment dalam Safety pekerja. 7. Skala upah di Perusahaan sudah ada. 8. Perusahaan sudah berkomitment mengikuti Peraturan Pemerintah tentang BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan dan kartu perserta telah terbit dan di cross cek kembali serta di uruskan ke pihak BPJS jika masih belum terbit dan 9. Pemberian Beras merupakan hak progratif perusahaan yang merupakan pemberian  tambahan kesejahteraan terhadap pekerja dan tetap menjadi perhatian dalam hal kualitasnya.

Ditemui Awak Media  seusai acara, Asisten Manager Human Resource Management Prada Manalu mengatakan, “ini merupakan salah satu musyawarah antara pihak perusahaan dengan pekerja dalam arti musyawarah bapak sama anak, namun jikalau ada hal-hal yang belum selesai dibahas hari ini maka telah disepakati bersama untuk dimusyawarahkan lagi, bulan depan akan kita undang lagi untuk dilakukan musyawarah,” katanya.

Manalu juga  berharap agar hubungan  yang sudah baik itu agar terus ditingkatkan ke yang lebih baik lagi.

Begitu pula dengan Ketua F. Hukatan KSBSI PT. BSS Pujiman mengatakan, bahwa berdasarkan hasil musyawarah, dari sembilan permintaan, ada tiga permintaan yang belum disepakati, berdasarkan kesepakatan bersama, bulan depan  akan dilakukan musyawarah kembali.

“Harapan kami ingin menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak perusahaan dan semoga permitaan kami yang belum disepakati bisa terpenuhi nantinya,” ungkapnya.

Pewarta : (MUD VT)

 

Muat Berita Terkait Lainnya
Muat Berita Lainnya Dari redaksi1
Muat Berita Lainnya Di Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Tidak Dibayar Tunjangan Selama Tujuh Bulan IDI Cabang Kotabaru Mengadu ke – DPRD

KALSEL (Vonis Tipikor.Com) — Ikatan Dokter Indonesia cabang Kabupaten Kotabaru menun…